Industry Analysis of Biscuit Industry

Industri yang akan kami bahas adalah industri biskuit. Industri biskuit yang akan dianalisa merupakan biskuit yang berfungsi sebagai snack. Biskuit untuk snack itu sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa bentuk lagi seperti wafer, cookies dan cracker. Kami memilih untuk menganalisa tipe biskuit ini karena dibandingkan dengan 2 tipe biskuit yang lain yang adalah biskuit untuk kesehatan/untuk bayi dan biskuit sebagai hadiah, para investor lebih tertarik untuk berinvestasi pada pasar biskuit yang berfungsi sebagai snack.

Selain itu, tipe biskuit sebagai snack bertumbuh dengan cepat dalam hal rasa, kemasan dan bentuk dari biskuit itu sendiri. Tipe biskuit ini juga memiliki target pasar yang luas mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa. Secara garis besar, industri biskuit akan meningkat seiring adanya peningkatan jumlah penduduk dan perbaikan daya beli masyarakat. Sehingga yang terjadi adalah peningkatan pada industri ini yang ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke dalam industri ini dan produksi yang semakin meningkat.

Kami juga akan menganalisa perbandingan dari dua perusahaan yaitu PT Mayora Indah yang berskala besar dan PT Siantar TOP yang cenderung ke skala menengah. Mereka adalah dua perusahaan biskuit yang listing di BEI. Industry Profile Industri biskuit secara garis besar mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan kapasitas produksi dan demand setiap tahunnya. Menurut data Euromonitor, pertumbuhan pasar snack di Asia mencapai 6% – 7% dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.

Pertumbuhan di Indonesia sendiri masih cukup tinggi, yakni sebesar 15% pada tahun 2008, dimana sebelumnya pada tahun 2007 baru sebesar 11%. Dari segi nilai absolut, negara yang tertinggi dalam snack adalah Jepang, kemudian disusul dengan China dan Indonesia. Namun, jika dilihat dari segi volume, China menempati posisi pertama yang disusul dengan Jepang dan Indonesia tetap pada posisi ketiga. Akan tetapi, Indonesia masih tetap sebagai negara favorit keempat bagi perusahaan biskuit untuk melakukan ekspansi.

Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penting yang mempengaruhi industri ini. Beberapa faktor tersebut adalah rasa, packaging serta jalur distribusi. Rasa merupakan hal yang utama untuk seseorang dalam memilih biskuit untuk dikonsumsi, sehingga Tim Riset dan Pengembangan yang handal sangat diperlukan oleh perusahaan agar perusahaan dapat sukses menghasilkan produk-produk berkualitas yang juga berhasil menjadi pelopor pada kategorinya di Indonesia. Sedangkan packaging adalah faktor penarik utama untuk konsumen terutama konsumen baru untuk melakukan pembelian biskuit.

Distribusi kemungkinan besar merupakan faktor penting karena keberadaan biskuit dengan konsumennya sangat berperan dalam keputusan konsumen dalam pembelian. Konsumen akan cenderung berpindah kepada produk kompetitor apabila mereka tidak dapat dengan mudah menemukan produk biskuit yang mereka cari. Hal inilah yang membuat distribusi merupakan faktor yang cukup penting dalam industri ini. Masalah penempatan lokasi pabrik juga menjadi pertimbangan bagi para perusahaan biskuit, sehingga lokasi pabrik akan berbeda-beda untuk setiap

perusahaan tergantung pada beberapa hal. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan perusahaan untuk menentukan lokasi pabrik adalah kemampuan perusahaan untuk dapat melakukan produksi seefektif mungkin serta harga yang seefisien mungkin agar dapat menekan biaya produksi dan dekatnya jalur pendistribusian produk kepada pasar yang sangat potensial bagi mereka. Misalnya saja, Khong Guan memiliki pabrik yang berlokasi di Jakarta, Cibinong, Surabaya, Semarang, Ciracas. Sedangkan PT Mayora memutuskan untuk mendirikan pabriknya di Tangerang, Bekasi dan Surabaya.